sekilas tentang Diabetes Mellitus

Standard

Ada idiom yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Demikian juga dengan penyakit diabetes melitus (DM). Jika Anda tak mengenal cara mencegah serta penangangan yang tepat, bisa-bisa penyakit itu bisa menjalar ke berbagai bagian tubuh Anda.

Anggapan masyarakat awam selama ini adalah penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Pada kenyataannya, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda.

DM merupakan penyakit kelainan metabolisme yang disebabkan kurangnya hormon insulin. Hormon itu dihasilkan oleh sekelompok sel beta di kelenjar pankreas dan sangat berperan dalam metabolisme glukosa dalam sel tubuh. Kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh tidak bisa diserap semua dan tidak mengalami metabolisme dalam sel.

Akibatnya, seseorang akan kekurangan energi, sehingga mudah lelah dan berat badan terus turun. Kadar glukosa yang berlebih tersebut dikeluarkan melalui ginjal dan dikeluarkan bersama urine. Gula memiliki sifat menarik air sehingga menyebabkan seseorang banyak mengeluarkan urine dan selalu merasa haus.

Yang perlu diperhatikan, hal-hal yang bisa menurunkan risiko diebetes meskipun dalam keluarga tidak ada faktor keturunan menderita diabetes. Langkah pertama penatalaksanaan dalam menghadapi diabetes melitus adalah dengan penyuluhan.

Dengan mengikuti penyuluhan kesehatan yang diberikan edukator diabetes, masyarakat dapat mengetahui, mengerti dan memahami apa itu diabetes dan bagaimana cara mengendalikannya.

Metode kedua dalam penatalaksanaan diabetes melitus adalah dengan mengatur makanan atau diet. Dalam masyarakat berkembang berbagai mitos mengenai diet. Sebagian masyarakat menganggap diet adalah penderitaan.

Penderita diabetes melitus bisa menikmati menu yang sama dengan semua orang namun dianjurkan makan dengan porsi seimbang. Mengatur makanan bertujuan untuk mencapai berat badan ideal.

Metode ketiga adalah dengan olah raga. Bagi Anda yang berat badannya berlebihan maka dianjurkan untuk melakukan gerak badan atau olah raga minimal 30 menit tiga sampai empat kali seminggu.

Melakukan olah raga setiap hari akan lebih baik. Bagi penerita obesitas turunkan berat badan 10% dari berat badan sekarang dengan target pencapaian dalam waktu enam bulan.

Dengan menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot, akan mengurangi jumlah lemak sehingga membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih baik. Pasalnya ada hubungan antara diabetes tipe 2 dengan letak tumpukan lemak terbanyak. Terlebih jika timbunan lemak banyak terdapat di perut maka risiko terkena diabetes lebih tinggi.

Metode terakhir adalah dengan obat-obatan. Namun, harus tetap diikuti dengan diet dan olahraga.

Bila gagal dalam pengaturan makan dan olah raga, maka langkah terakhir adalah obat-obatan. Namun perlu diingat bahwa obat-obatan tidak untuk menggantikan diet dan olah raga.

Sebaiknya, ketiga hal tersebut harus dilaksanakan bersama-sama. Dengan pola hidup tidak sehat dan menyebabkan risiko diabetes maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika Anda termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes.

Diabetes mellitus bukan hanya ditandai oleh keberadaan hyperglycemia
melainkan juga oleh insiden komplikasi yang terlambat :
– Microangipathy, didefenisikan sebagai abnormalitas pada dinding pembuluh darah kecil, yang sifat paling dominannya adalah penebalan membrane basement.
– Retinopathy, dapat menimbulkan kebutaan karena pendarahaan dari pembuluh retina proliferasi, dan makulapthy sebagai akibat eksudasi dari pembuluh atau edema yang mempengaruhi makula.
– Nephropathy akan menimbulkan kegagalan ginjal. Pada tahap dini akan terjadi hiperfungsi ginjal, sehubungan dengan kenaikan GFR, meningkatnya ukuran glomerular dan mikroalbuminuria. Pada tahap akhir, terjadi peningkatan proteinuria dan penurunan tajam fungsi ginjal ,yang menyebakan uremia.
– Neuropathy dapat terbukti sebagai diarhea, hipotensi postural, impotensi, kantong kemih neurogenik dan borok kaki neuropatik akibat mikroangiopathy dari pembuluh darah saraf dan metabolisme glukosa dalam sel-sel darah.
– Makroangiopathy (atau accelerated atherosclerosis) akan menimbulkan penyakit jantung koronari premature. Mekanisme nyata terhadap peningkatan kepekaan terhadap aterosklerosis pada diabetik, tidak diketahui, akan tetapi hiperlipidemia dan peningkatan glikasi protein dapat memainkan peranannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s